Beranda blog

Diduga Pengedar Sabu, Warga Pancoran Dicokok Polisi

tapalkuda1-removebg-preview

BONDOWOSO, Lagi-lagi Jajaran satuan reserse narkoba (Sat Reskoba) Polres Bondowoso mencokok Zainullah Bin Senol (30). Pasalnya ia diduga sebagai pengedar serbuk kristal atau sabu.

Zainullah warga dusun Widoro, Desa Pancoran, Bondowoso, Jawa Timur ini bertekuk lutut saat dicokok petugas, betapa tidak ia ketahuan menyembunyikan sabu didalam saku depan celananya.

Iptu Hadi Sukisman,Kasat Resnarkoba Polres Bondowoso mengatakan, Senol diamankan di jalan dusun Widoro, Desa Pancoran, Kecamatan kota Bondowoso,Rabu (3/7/2019) sekira pukul 23.00 WIB.

Penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang menyampaikann adanya pelaku peredaran narkoba jenis sabu. Dengan ciri-ciri sesuai dengan tampilan fisik pelaku.

Setelah dilakukan penyelidikan dan dilakukan penggeledahan,ditemukan pada saku celana depan bungkusan plastik kecil yang berisi sabu.

“Dari Zainullah berhasil diamankan beberapa barang bukti, yaitu satu paket sabu yang dibungkus klip plastik disolasi. Serta uang tunai Rp 350 ribu dan satu HP,” kata Iptu Hadi, Kamis (4/7/2019).

Diterangkan bahwa berdasarkan barang bukti yang bersangkutan diduga melanggar Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) UU.RI No. 35 Tahun 2009, Tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman minimal 6 tahun, maksimal 20 tahun,” katanya.

Sementara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, serta penyidikan Zainullah diamankan di Mako Polres Bondowoso, setelah nanti berkas lengkap atau P21 akan segera diserahkan ke Kejaksaan.

1744129950993

Diterjang Hujan Lebat, Dapur Rumah Warga Besuki Situbondo Ambruk

tapalkuda1-removebg-preview

Situbondo – Hujan lebat yang disertai hembusan angin kencang di Kecamatan Besuki telah memporak porandakan dapur rumah warga yang bernama Samawi (55). Rumah Sanawi yang berlokasi di Rt 03, Rw 01, Dusun Mandar, Desa Belimbing, Besuki, Situbondo, Jawa Timur tepat pukul 03.00 dini hari, Jumat, (8/3).


Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media online ini di lapangan menyebutkan bahwa, panjang rumah 5 meter dan lebar 6 meter yang berpenghuni 5 jiwa tersebut hancur pada bagian dapurnya.
“Untung saja kelima penghuni rumah itu selamat meski dalam keadaan tertidur lelap,” ujar Sonata, anggota tim Paskalis BPBD Situbondo, Jumat, (8/3).


Sonata menambahkan bahwa kerugian yang dialami korban yakni diperkirakan sekitar Rp 15 juta. (ans)

1744129950993

Mantra Bondowoso Berkah Jadi Mimpi Besar di Bumi Kironggo

tapalkuda1-removebg-preview

 

Oleh: Ady Kriesna *)

Tepat 24 Februari 2025, Bondowoso resmi memulai babak baru. Bupati AHW dan Wakil Bupati AYS dilantik bersama ratusan kepala daerah lain se-Indonesia.

Sejak hari itu, harapan yang dulu hanya jadi janji kampanye perlahan mulai menemukan bentuknya.

Pasangan RAHMAD datang dengan modal yang tidak main-main. Dukungan kultural yang solid, partai pengusung yang dominan di parlemen daerah, kapasitas intelektual, jaringan nasional, hingga visi besar bertajuk Bondowoso Berkah menjadi bahan bakar utama mesin pemerintahan baru ini.

Secara elektoral, RAHMAD memang “hanya” meraih 51,33 persen suara. Jauh jika dibandingkan Narendra Modi yang pernah menyapu 75 persen suara di India. Namun dari sisi kekuatan kultural, keduanya punya kesamaan: sama-sama lahir dari basis dukungan akar rumput yang kuat dan militan.

Dari sisi politik, peta juga cukup ideal. PKB sebagai pemenang pemilu lokal menguasai 16 kursi, disusul Gerindra dan Golkar. Total 27 kursi parlemen menjadi modal strategis untuk mengawal kebijakan dan memastikan roda pemerintahan tidak pincang di tengah jalan.

Belum lagi sosok AHW dengan rekam jejak sebagai Rektor UNUJA dan mantan anggota DPR RI dua periode. Kombinasi pengalaman akademik dan politik ini melengkapi arah pembangunan yang dirangkum dalam jargon Bondowoso Berkualitas, Akseleratif, dan Holistik—sebuah mantra yang sempat menjadi harapan besar warga lima tahun ke depan di Bumi Kironggo.

Setahun Berjalan, Apa Kabar Janji?

Satu tahun berlalu, dan “kesaktian” Bondowoso Berkah mulai terasa. Program demi program hadir dan menyentuh langsung kebutuhan warga: Rantas, Astani, Klinik Pertanian, Belati, Jamin Segar, Permata, Bondowoso Menyala, hingga aplikasi KANDA. Diakui atau tidak, manfaatnya mulai dirasakan masyarakat.

Prestasi pun datang beriringan. Pemkab Bondowoso mempertahankan opini WTP dari BPK. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan III 2025 mencapai 6,46 persen, melampaui angka nasional. Bahkan, Bupati AHW dianugerahi gelar The Gateway Leader oleh Times Indonesia.

Semua itu diraih di tengah situasi yang tidak ideal. Tahun 2025 ditandai pemangkasan anggaran sekitar 50 miliar rupiah dan kewajiban menutup defisit lebih dari 140 miliar. Belum lagi banyak pimpinan OPD masih berstatus pelaksana tugas—situasi yang biasanya membuat birokrasi berjalan setengah gas.

Namun, kepemimpinan AHW yang adaptif, kesejukan AYS, serta peran Sekda Dr. Fathur Rozi yang taktis dan inovatif membuat “perahu” Bondowoso Berkah tetap melaju, bahkan sempat menyalip di beberapa etape.

Keraguan soal minimnya pemahaman lokal, kultur birokrasi, hingga dinamika sosiopolitik Bondowoso perlahan sirna. Prestasi demi prestasi menjadi jawabannya.

Aglomerasi dan Mimpi Besar

Kawasan Langkah strategis
lain yang patut dicatat adalah keberanian Bondowoso mendorong pembangunan berbasis aglomerasi kawasan selingkar Ijen. Bersama Jember, Banyuwangi, dan Situbondo, Bondowoso berpotensi menjadi mercusuar baru pembangunan regional.

Seperti dikemukakan Kuncoro dalam The Economics of Industrial Agglomeration and Clustering: semakin teraglomerasi suatu wilayah, semakin tinggi pertumbuhan ekonominya. Tidak banyak kabupaten di Indonesia yang berani memilih jalan ini—dan Bondowoso ada di barisan itu.
Dream Team Sudah Lengkap
Memasuki awal 2026, modal dasar pemerintahan terasa makin kokoh. Kepercayaan publik menguat.

Tim Bondowoso Berkah kini tampak seperti the dream team yang siap menjuarai “piala dunia” pembangunan.
Ibarat sepak bola, mereka punya:
Akar budaya dan politik yang kuat.

Pelatih yang tenang dan piawai (Bupati–Wabup) Kapten yang taktis (Sekda)
Pemain profesional (OPD)
Ultras setia (relawan dan masyarakat)

Namun pertandingan belum selesai. Masih tersisa empat tahun ke depan. Tantangan regional, kebijakan nasional, hingga ekonomi global yang tak terduga bisa mengubah jalannya laga kapan saja.

2026 Tahun Penentuan

Pemerintahan memang tidak sepenuhnya bisa disamakan dengan sepak bola. Jika tim bola diukur dari trofi, pemerintahan diukur dari manfaat nyata yang dirasakan rakyat.

Di era digital, penilaian sering kali datang terlalu cepat. Netizen tak menunggu satu periode penuh. Bahkan dua tahun pertama sudah cukup untuk memberi label: sukses atau gagal.

Karena itu, 2026 menjadi momentum kunci. Tahun untuk memacu program prioritas agar benar-benar dirasakan baik oleh citizen maupun digital society. Jika berhasil melewati fase ini, jalan menuju 2029 akan jauh lebih lapang.

Harapannya sederhana namun besar: Bondowoso Berkah berlabuh dengan husnul khotimah, disertai standing ovation seluruh “penonton stadion”.

Dan gelar The Gateway Leader layak disandingkan dengan julukan Vikas Purush—Pria Pembangunan.

Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mewakili pandangan politik organisasi mana pun.

*)Penulis adalah warga di ujung lereng Gunung Putri, Bondowoso.

1744129950993

UNESA Inisiasi Konsorsium Internasional Pembangunan Berkelanjutan di Bondowoso

tapalkuda1-removebg-preview

BONDOWOSO, – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memperkuat perannya dalam pembangunan masyarakat berkelanjutan melalui kolaborasi lintas negara dalam kegiatan International Community Development (ICD) 2026 yang digelar di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi UNESA untuk menginisiasi pembentukan International Consortium for Sustainable Community Development, sebuah konsorsium internasional yang berfokus pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Wakil Rektor III UNESA, Dr. Bambang Sigit Widodo, menegaskan bahwa pembangunan masyarakat tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi global antara perguruan tinggi, pemerintah, dan mitra internasional.

“Pembangunan masyarakat adalah tanggung jawab global yang memerlukan kerja sama lintas batas. Kehadiran mitra internasional dalam ICD 2026 mencerminkan komitmen bersama untuk memberdayakan masyarakat melalui kolaborasi yang berkelanjutan,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).

Ia menyampaikan, sebagian besar delegasi internasional yang terlibat dalam ICD 2026 baru pertama kali mengunjungi Bondowoso. Menurutnya, kekayaan alam dan karakter masyarakat yang ramah menjadikan daerah tersebut sangat representatif sebagai lokasi pengabdian masyarakat berskala internasional.

UNESA juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan ICD 2026. Bambang menegaskan, program ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan dirancang berkelanjutan dengan dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Kami optimistis program ini dapat terus berlanjut melalui hibah lanjutan, sehingga pengabdian masyarakat di Bondowoso memberikan dampak jangka panjang,” jelasnya.

Rencana deklarasi konsorsium internasional tersebut akan melibatkan akademisi dan mitra dari berbagai negara, di antaranya Uzbekistan, Korea Selatan, Filipina, Malaysia, Australia, dan Hong Kong. UNESA berharap langkah ini mampu mengangkat Bondowoso ke kancah internasional sebagai daerah yang aktif dalam pembangunan masyarakat berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan.

Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Bondowoso, Anisatul Hamidah, menilai kolaborasi antara UNESA dan Pemerintah Kabupaten Bondowoso merupakan langkah strategis dalam memperkuat riset dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, ICD 2026 mencakup dua agenda utama. Pertama, pelatihan pemberdayaan masyarakat yang dipusatkan di Kecamatan Ujen dengan sasaran ibu rumah tangga, pemuda, petani, dan peternak. Kedua, kolaborasi pengabdian masyarakat dengan 12 tema, antara lain penguatan ekonomi lokal, sertifikasi halal, sekolah ramah anak, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurut Anisatul, keterbatasan anggaran daerah menuntut sinergi yang kuat dengan perguruan tinggi agar kebijakan pembangunan berbasis riset dan kebutuhan riil masyarakat.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, UNESA juga memberikan pelatihan pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk kandang serta mendorong petani naik kelas menjadi pelaku industri pengolahan. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ICD 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu. Selain agenda pemberdayaan, peserta juga diajak mengeksplorasi potensi wisata Bondowoso. Bahkan, sejumlah jurnalis internasional turut hadir untuk memperkenalkan potensi daerah tersebut ke tingkat global.

1744129950993

Disdik Bondowoso Klaim Penyaluran Gaji ke-13 dan THR Guru Tuntas 100 Persen

tapalkuda1-removebg-preview

Bondowoso – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bondowoso, Taufan Restuanto, menegaskan bahwa penyaluran gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi guru Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu telah tuntas 100 persen.

Menurut Taufan, seluruh proses penyaluran telah diselesaikan pada Selasa, 4 Februari 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.

Sementara kata Taufan dana tersebut  ditransfer ke pemkab tgl  29 Desember 2025

“Kemarin sudah kami tuntaskan pada tanggal 4 Februari 2026 pukul 14.00 WIB. Silakan dicek oleh para guru,” tegasnya saat dikonfirmasi, Kamis (5/2/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas pemberitaan salah satu media daring yang menyebutkan bahwa dana gaji ke-13 dan THR guru, yang telah ditransfer oleh pemerintah pusat ke kas daerah sejak November hingga Desember tahun lalu, belum sepenuhnya dicairkan kepada penerima.
Taufan menjelaskan, apabila masih terdapat guru ASN maupun PPPK yang merasa belum menerima haknya secara utuh, pihaknya membuka ruang klarifikasi secara langsung.

“Jika masih ada guru ASN yang mengaku belum menerima, silakan datang ke Dinas Pendidikan agar bisa kami cek dan tindak lanjuti,” ujarnya.

Namun demikian, berdasarkan keterangan sejumlah guru, penyaluran gaji ke-13 dan THR 100 persen hingga saat ini dinilai belum sepenuhnya terealisasi. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan penerima terkait mekanisme serta kemungkinan kendala dalam proses penyaluran di daerah.
Situasi ini juga menyoroti pentingnya transparansi anggaran dalam pengelolaan keuangan publik.

Apabila terdapat kendala administratif, teknis, maupun regulasi dalam proses pencairan, penjelasan yang terbuka dan akurat dinilai perlu disampaikan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, khususnya para tenaga pendidik sebagai penerima hak.

1744129950993

Pemkab Bondowoso Pastikan Pengangkatan Kepala Sekolah Transparan

tapalkuda1-removebg-preview

Bondowoso – Sekda Bondowoso Fathur Rozi menyampaikan bahwa pengangkatan dan mutasi kepala sekolah atau kepala UPTD SPF satuan pendidikan berjalan secara transparan.

Dikatakan pihaknya menjamin karena ada tim yang akan membahas sebelum seseorang menduduki jabatan Kepala sekolah.

Tim Pertimbangan Pengangkatan Kepala Sekolah adalah tim yang dibentuk oleh pemerintah kabupaten sesuai Permendiknas No. 28 Tahun 2010.

Hal itu sebagai penyelenggara sekolah untuk memberikan masukan dan rekomendasi dalam proses seleksi dan pengangkatan kepala sekolah, melibatkan unsur pengawas sekolah dan dewan pendidikan, serta pejabat terkait, untuk memastikan calon kepala sekolah memenuhi kualifikasi dan kompetensi yang dibutuhkan.

“Sekda ,BKPSDM , Dinas Pendidikan Bondowoso adalah Tim Pertimbangan Pengangkatan Kepala Sekolah,”jelasnya , Kamis 5/02/2026.

Dikatakan bahwa Tim ini bertugas mengelola data calon, memverifikasi, dan memberikan rekomendasi kepada pejabat berwenang Bupati untuk penetapan.

Sementara itu kata Sekda ,tugas dan Fungsi Tim Memberikan Pertimbangan Teknis: Memberikan masukan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) terkait calon kepala sekolah.

Verifikasi dan Validasi: Memeriksa dan memvalidasi berkas serta kompetensi calon.

” Tentunya tetap melibatkan Unsur Terkait untuk menggabungkan pandangan pengawas sekolah/madrasah dan dewan pendidikan untuk memahami konteks sosial budaya sekolah,”ungkapnya.

Juga untuk nengelola data dan informasi mengenai calon kepala sekolah yang akan diangkat.

 

1744129950993

Tak Gentar Meski Dikritik, Tegas Bupati Bondowoso Kembali Lantik Pejabat

tapalkuda1-removebg-preview

Bondowoso – Sikap tegas Bupati Bondowoso, KH Abdul Hamid Wahid, kembali ditunjukkan, Kendati sejumlah media dan beberapa pihak melayangkan kritik terkait pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso, bupati tetap melaksanakan pelantikan pejabat administrator dan pejabat pengawas.

Menurutnya ,pelantikan tersebut digelar sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola pemerintahan serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Bondowoso. Momentum ini dinilai penting untuk memastikan roda birokrasi berjalan efektif dan profesional.
Dalam sambutannya, Bupati Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah besar yang mengandung tanggung jawab moral serta konsekuensi kinerja.

Ia mengingatkan agar sumpah jabatan yang diucapkan tidak dimaknai sebagai formalitas semata, melainkan komitmen nyata dalam bekerja secara profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab.

“Jabatan ini adalah kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada negara dan masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Abdul Hamid Wahid, Kamis (5/2/2026).

Menurutnya, pejabat administrator dan pengawas memiliki peran strategis sebagai penggerak organisasi sekaligus penghubung antara kebijakan pimpinan dan pelaksanaan teknis di lapangan. Oleh karena itu, mereka dituntut mampu memastikan setiap program berjalan efektif, pelayanan publik terlaksana dengan baik, serta pengelolaan sumber daya dilakukan secara akuntabel.

Dalam arahannya, bupati menekankan tiga hal utama. Pertama, pentingnya profesionalitas aparatur yang tidak hanya mencakup kemampuan teknis, tetapi juga sikap, etika, dan komitmen terhadap tugas. Para pejabat diminta terus meningkatkan kapasitas diri, memahami regulasi, serta mampu bekerja secara kolaboratif dan adaptif terhadap perubahan.
Kedua, disiplin sebagai fondasi utama kinerja aparatur.

Disiplin waktu, disiplin kerja, serta ketaatan terhadap aturan harus menjadi budaya kerja sehari-hari. Dari disiplin akan lahir keteladanan, dan dari keteladanan akan tumbuh kepercayaan, baik di internal organisasi maupun di tengah masyarakat.

Ketiga, peningkatan kualitas pelayanan publik. Bupati menegaskan bahwa aparatur pemerintah hadir untuk melayani masyarakat. Pelayanan dituntut diberikan secara cepat, tepat, transparan, dan berkeadilan, dengan meninggalkan pola kerja lama yang berbelit-belit dan menggantinya dengan semangat melayani yang solutif.

Selain itu, para pejabat yang dilantik juga diminta mampu menjadi pemimpin di unit kerja masing-masing. Membangun komunikasi yang baik dengan bawahan, menciptakan suasana kerja yang kondusif, serta menerapkan kepemimpinan yang humanis namun tegas dinilai menjadi kunci peningkatan kinerja organisasi.

Melalui pelantikan tersebut, Bupati Abdul Hamid Wahid berharap para pejabat administrator dan pengawas dapat menjalankan amanah dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab, serta memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif dan pelayanan publik yang semakin berkualitas di Kabupaten Bondowoso.

Adapun pejabat yang dilantik dalam jabatan Administrator dan Pengawas, diantaranya
Azaz Suwardi, S.E., M.M. – sebagai Camat Grujugan sebelumnya menjabat sebagai ,Sekretaris Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja

Kedudukan Azas digantikan oleh Yuli Indrawati, S.E., M.M.yang sebelumnya menjabat sekretaris dinas pertanian dan ketahanan pangan .

Sementara Muttakin, S.Sos. menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Sekretaris kecamatan Sumber Wringin Zulfikar Ardiansa, S.H., M.M.dilantim menjadi Camat Pujer.

Kedudukan Zulfikar sebagai sekcam diganti oleh Riko Setiawandika, S.Sos., M.M. – Sekretaris Kecamatan Sumber Wringin.

Kemudian Arief Rahman, S.E. dilantik sebagai Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Kecamatan Tegalampel dan
Efti Hendrawati, S.E. sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kecamatan Binakal.

Kemudian Ahmad Eko Wijaksono, S.Pd. sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kecamatan Sumber Wringin dan
Dwi Rahman Ardianto, S.Sos. menjadi Lurah Blindungan, Kecamatan Bondowoso.

Selain itu Muhammad Usni Gozali, S.Sos. dilantik menjadi Lurah Tamansari, Kecamatan Bondowoso,
dan Tarmudji Hendrianto, S.Sos., M.M. sebagai Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Tapen.

Larto, S.Sos. dilantik menjadi Kepala Subbagian Penyusunan Program dan Keuangan Kecamatan Tapen,sedangkan
Sumito, S.H. menjadi Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Kecamatan Pujer.

Ada pula Muhammad Zuhdi Heri Burwanto, S.Sos. sebagai Kepala Seksi Pelayanan Kecamatan Cermee dan Apidian Soekaryadi, S.H. menjadi Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Grujugan.

 

1744129950993

RAT KPRI “Serba Usaha” Jadi Wadah Evaluasi dan Penguatan Koperasi ASN Bondowoso,200 Anak Anggota Terima Beasiswa

tapalkuda1-removebg-preview

Bondowoso – Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Safi’i menyampaikan bahwa Rapat Anggota Tahunan (RAT) merupakan forum tertinggi dalam koperasi yang memiliki peran penting untuk memastikan koperasi berjalan sesuai dengan jati dirinya, yakni dikelola dari, oleh, dan untuk anggota.

Melalui RAT, seluruh anggota memiliki ruang untuk mengevaluasi kinerja koperasi, menilai laporan pertanggungjawaban pengurus, serta menetapkan arah kebijakan secara demokratis dan bertanggung jawab.

Hal tersebut disampaikan dalam pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “Serba Usaha” Pemerintah Kabupaten Bondowoso Tahun Buku 2025. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan apresiasi kepada Pengurus dan Pengawas KPRI “Serba Usaha” atas komitmen dan upaya yang konsisten dalam menjaga keberlangsungan koperasi di Pendopo Raden Bagus Asra ,Jum’at 30/01/2026.

“Keberadaan koperasi pegawai dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi anggota serta mendukung peningkatan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso,”jelasnya.

Ke depan, koperasi dituntut untuk dikelola secara lebih profesional, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Penerapan tata kelola yang baik, pengelolaan keuangan yang sehat, serta pemilihan unit usaha yang tepat menjadi landasan utama agar koperasi mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.

“Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga mendorong agar koperasi tidak hanya berorientasi pada rutinitas organisasi, tetapi memiliki visi jangka panjang. Koperasi diharapkan menjadi wadah yang dipercaya, akuntabel, serta mampu berkontribusi dalam penguatan ekonomi daerah,” ungkapnya.

Melalui pelaksanaan RAT ini, seluruh anggota diajak untuk berperan aktif, menjaga soliditas, serta memperkuat rasa memiliki terhadap koperasi.

“Setiap keputusan yang dihasilkan diharapkan mengedepankan kepentingan bersama dan keberlanjutan organisasi.
Rapat Anggota Tahunan KPRI “Serba Usaha” Pemerintah Kabupaten Bondowoso Tahun Buku 2025 diharapkan dapat berjalan dengan tertib dan lancar, serta menghasilkan keputusan strategis yang membawa kemajuan koperasi dan meningkatkan kesejahteraan seluruh anggotanya,”paparnya.

Sementara itu Noval Rofiki  pengawas Koprasi Serba Usaha menyampaikan bahwa selama ini Koprasi Serba Usaha berjalan lancar dan bisa mengembangkan sayap salah satunya sudah memiliki Travel.

“Dikembangkan uang yang ada dibelikan travel agar nanti bisa menghasilkan ,sehingga keuangan tidak terlalu banyak mengendap di kas ,”ungkapnya

Selain itu Koprasi setiap tahun juga memberikan beasiswa kepada pura putri anggota .

“Untuk SMA Sederajat , tahun ini ada 200 beasiswa untuk putra putri anggota ,”pungkasnya.

 

1744129950993

Mobil Patroli Satlantas Polresta Banyuwangi Alami Kecelakaan 

tapalkuda1-removebg-preview

Banyuwangi – Mobil patroli Satlantas Polresta Banyuwangi mengalami kecelakaan saat melintas Jalan Raya Situbondo – Banyuwangi, Kamis (29/1/2026.

Mobil patroli milik kepolisian itu membentur bagian belakang mobil pick up nopol W 9476 K. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kasatlantas Polresta Banyuwangi, AKP I Gusti Bagus Krisna Fuady membenarkan peristiwa itu. Kecelakaan terjadi seusai melakukan patroli dari wilayah Kecamatan Wongsorejo.

“Kecelakaan melibatkan kendaraan kita yang sedang patroli,” kata Krisna kepada wartawan.

Krisna menjelaskan kecelakaan terjadi ketika mobil patroli kehilangan tenaga saat melewati jalan menanjak di wilayah Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo.

Disebutnya setir mobil patroli terasa berat lalu mendadak keluar asap pada kap mesin, sehingga menghalangi jarak pandang pengemudi.

Akibatnya mobil patroli ringsek usai menyeruduk bagian belakang pick up. Sementara mobil pick up keluar jalur dan nyaris terbalik.

Kasat Lantas Polresta Banyuwangi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara mobil mengalami kerusakan dan telah dievakuasi.

“Nihil korban dan mobil dinas sudah kita angkut, dan kondisi anggota aman,” pungkasnya. (mam)

1744129950993

Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali Di Angkat 

tapalkuda1-removebg-preview

Banyuwangi – Kapal super besar barge crane atau tongkang bercakar Pioner 88 dipersiapkan untuk mengangkat KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali pada Juli 2025 lalu.

Kapal tongkang tersebut telah berada di sisi tenggara Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Posisi kapal sangat dekat dengan titik tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya yang telah ditandai buoy (pelampung penanda) sebagai penunjuk lokasi bangkai kapal di dasar laut.

Kasatpolairud Polrestabes Banyuwangi Kompol Muchammad Wahyudi membenarkan keberadaan kapal tongkang tersebut di sekitar lokasi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Namun ia menegaskan bahwa proses pengangkatan belum dimulai.

“Belum ada proses pengangkatan. (Kapal tongkang bercakar) Baru ke titik lokasi saja, belum ada pengangkatan sama sekali,” kata Wahyudi kepada wartawan, Kamis (29/1/2026).

Menurut Wahyudi, kapal tongkang bercakar itu telah berada di area Selat Bali sejak beberapa hari terakhir. Lokasi operasi sudah disterilkan dengan radius pengamanan sekitar 400 meter guna memastikan jarak aman dan mencegah aktivitas kapal lain melintas di sekitar titik evakuasi.

Wahyudi juga menegaskan bahwa proses pengangkatan KMP Tunu Pratama Jaya dibawah kewenangan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banyuwangi. Pihak kepolisian hanya mendukung sesuai tugas masing-masing.

“Semua proses pengangkatan, termasuk kapalnya, asuransi, dan pekerja, itu menjadi di bawah koordinasi KSOP,” tuturnya.

Sekadar informasi, KMP Turu Pratama Jaya tenggelam di perairan Selat Bali pada 2 Juli 2025 malam, saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Kapal milik perusahaan perkapalan PT Raputra Jaya itu mengangkut 84 orang dalam perjalanan saat tenggelam, termasuk di dalamnya adalah kru kapal.
Dalam tragedi tersebut, 30 penumpang dan kru selamat. Sementara sisanya ditemukan dalam keadaan meninggal dan hilang. (mam)

1744129950993

Pelantikan ,Bupati Bondowoso : Jabatan Merupakan Amanah

tapalkuda1-removebg-preview

BONDOWOSO – Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah, tanggung jawab, dan ruang pengabdian, bukan sarana kepentingan pribadi.

Hal itu disampaikan saat pelantikan dan pengambilan sumpah 11 pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso.

Selain JPTP, ratusan eslon III juga dilantik dan diambil sumpahnya di Pendopo Raden Bagus Asra,Kamis 29/01/2026.

Bupati menekankan bahwa setiap pejabat dituntut bekerja profesional, berintegritas, dan mengedepankan kolaborasi.

Menurutnya, seluruh kebijakan dan keputusan harus berorientasi pada kepentingan masyarakat serta berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Jabatan itu amanah. Bukan sekadar posisi, tetapi tanggung jawab dan ruang pengabdian. Karena itu harus dijalankan secara profesional, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” ungkap Abdul Hamid Wahid.

Adapun pejabat yang dilantik antara lain Agus Winarno sebagai Sekretaris DPRD Bondowoso, dr. Mohammad Jasin sebagai Kepala Dinas Kesehatan, Dwi Wahyudi sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Kristianto Putro Prasojo sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso.

Selain itu Bupati juga melantik Henry Kurniawan sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Puspo Pranoto sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Hergiar Yuli Pramanto sebagai Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag), serta Gede Budiawan sebagai Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora).

Semantaea itu, I Wayan Wisesa dilantik sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Ansori sebagai Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK), serta Diana Nurbayanti sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.

Bupati menegaskan bahwa kinerja para pejabat akan terus dipantau secara berkala. Evaluasi dilakukan untuk memastikan amanah jabatan dijalankan dengan baik dan tidak disalahgunakan.

“Amanah ini harus dijaga. Jangan sewenang-wenang dalam menggunakan kewenangan. Evaluasi akan terus dilakukan secara objektif,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Abdul Hamid Wahid menyampaikan optimisme terhadap masa depan Bondowoso.

 

1744129950993

SUSENAS Jadi Penentu Arah Kebijakan

tapalkuda1-removebg-preview

Bondowoso – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan pentingnya pelaksanaan Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) sebagai dasar penentuan berbagai kebijakan pembangunan daerah, mulai dari penanggulangan kemiskinan hingga pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, data SUSENAS menjadi penentu utama dalam menggambarkan kondisi riil masyarakat Bondowoso, termasuk indikator kemiskinan, indeks pembangunan manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, ketimpangan, hingga rata-rata lama sekolah.

“Indeks-indeks itu semua ditentukan dari data. Karena itu saya berharap kepala desa menyampaikan kepada warganya agar bersabar menerima petugas survei. Pertanyaannya lebih dari 100 dan membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga jam,” ujar Fathur Rozi,Rabu 28/01/2026.

Ia menekankan, ketidaksabaran responden berpotensi membuat data tidak valid. Padahal, validitas data sangat dibutuhkan agar kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar sesuai dengan kondisi nyata masyarakat.

“Kita ingin datanya valid, menggambarkan kondisi real masyarakat Bondowoso. Bukan hanya responden yang harus sabar, petugas juga wajib sabar karena ini proses yang tidak singkat,” tambahnya.

SUSENAS sendiri dilaksanakan setiap tahun oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Di Kabupaten Bondowoso, survei ini menggunakan metode sampel, yakni 72 desa dari total 219 desa, dengan jumlah sekitar 830 responden dari populasi lebih dari 790 ribu jiwa.

Fathur Rozi menjelaskan, data SUSENAS menjadi rujukan utama pemerintah daerah dalam menjalankan strategi nasional pengentasan kemiskinan yang mencakup tiga hal, yaitu pengurangan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan melalui pemberdayaan, serta penurunan kantong-kantong kemiskinan.

Selain itu, Pemkab Bondowoso juga mendorong program Gerakan Orang Tua Asuh untuk masyarakat miskin ekstrem. Program ini bersifat sukarela dan mengajak masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN), untuk berbagi secara langsung kepada warga yang membutuhkan.

“Ini bukan iuran, tapi ajakan berbagi. Semakin banyak berbagi, insyaallah semakin berkah,” katanya.

 

 

1744129950993
error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih